You are currently browsing the tag archive for the ‘imajinasi’ tag.
Jadi saya kembali dalam kebiasaan lama saya. Melamun, tapi lebih tepatnya disebut menjadikan diri selain manusia. Imajinasi terbang, seolah saya hanyalah sebuah wujud yang tidak terlihat, tidak tersentuh. Memperhatikan manusia di sekitar.
Aku duduk di tepi kamarku. Menyeruput susu sambil sesekali memainkan rambutku. Aku tidak perlu ingat kemarin, atau khawatir tentang hari esok. Yang kutahu hanya hari ini aku masih bisa menikmati hujan. Tetes-tetes yang membasahi jendela kamarku. Memahami betapa indahnya mawar-mawar yang tumbuh di luar kamarku. Kelopak-kelopak mereka yang bermekaran, terkena bulir-bulir air yang menetes dengan perlahan. Aku baru menyadari betapa indahnya kreasi Tuhan ini. Bahwa selama ini aku terlalu apatis terhadapNya.

