You are currently browsing the tag archive for the ‘manusia’ tag.
Aku tahu lelaki dan perempuan itu tidak sama.
Tetapi karena agama, mungkin juga adat ketimuran, perempuan tidak bisa sepenuhnya menjadi diri sendiri. Harus rela menjadi pengikut dari seorang lelaki, harus berpakaian, bersikap, dan hidup dengan aturan yang lebih mengekang dari lelaki. Selalu perempuan… Read the rest of this entry »
Jadi saya kembali dalam kebiasaan lama saya. Melamun, tapi lebih tepatnya disebut menjadikan diri selain manusia. Imajinasi terbang, seolah saya hanyalah sebuah wujud yang tidak terlihat, tidak tersentuh. Memperhatikan manusia di sekitar.
