Huff..

Tidak terasa sudah tahun baru lagi. Rasanya baru kemarin blog ini lahir ke dunia. Yah, yang empunya blog ini memang tidak bertanggung jaenab,eh, jawab ngurusin blog sendiri. Kasihan blognya ditinggalin. Iya iya, saya ini malas menulis.

Ingat kejadian tahun lalu, persis tanggal 1 Januari 2009 saya juga lagi bengong di depan si Mbah Laptop saya ini. Tapi saya ingat sensasi-sensasi yang saya rasakan waktu itu. Iya, waktu itu saya baru saja merasakan (lagi untuk ke-3 kalinya) punya pacar. Maklum, orang baru jadian itu bawaannya pasti senyum-senyum sendiri, kalau ada lagu yang agak mellow pasti jadi cengar-cengir atau salah tingkah kalau dikasih kata-kata yang romantis. Walaupun cuma lewat fesbuk, dan bermodalkan Y!M 9.0, saya chatting dengan orang yang saya sebut pacar itu. Membahas topik-topik yang menurut orang yang sedang tidak jatuh cinta itu pasti norak. Ya, namanya juga anak muda. Saya pikir resolusi buat punya pacar itu akhirnya terwujud. (Yiiihiii!!)

Setelah itu nggak kerasa bulan Februari datang. Banyak badai datang menerpa rumah saya, yang semula aman-damai-makmur-sejahtera menjadi semerawut awut-awutan. Saya pikir bagian ini tak perlu mendetil juga. Yang jelas dampaknya saya pindah rumah, yang bikin saya harus nbaik angkot 4 kali kalau mau ke kampus dan akhirnya saya pilih untuk jadi anak kost saja lah biar tidak hambur di ongkos yang eh, taunya, saya malah makin gaptek saja setelah tinggal di kost-an… Tapi nggak apa-apa laah, saya senang bisa belajar masak sendiri. Fakta menariknya adalah ternyata saya jago masak (maaf, nggak maksud pamer).

Bulan April-Mei, Ujian Nasional menghadang. Tak dapat dielakkan saya melihat fenomena betapa hebatnya anak-anak SMA itu. Kunci jawaban berseliweran. Dan, ya, saya memang pakai kunci itu untuk beberapa pelajaran. Memang saat itu di pikiran saya hanyalah yang penting saya lulus, karena sebelumnya saya sudah diterima di salah satu universitas di Bandung, yang merupakan impian saya. Karena itulah saya jadi agak berleha-leha di dalam pelajaran. Tapi, puji Tuhan, saya lulus dengan nilai yang baik, meski mungkin 40%-nya bukan hasil jerih payah saya.

Dan dengan begitulah saya lewati bulan Juni-Juli dengan menjadi pengacara profesional (panjangnya: pengangguran banyak acara yang profesional karena terlalu nganggur sampai bisa ngabisin uang buat beli DVD sejumlah ratusan ribu rupiah). Iya, saya habiskan dua bulan itu dengan nonton DVD-pacaran-main-menggelinding-makan-tidur-menggelinding-kentut-jalan-jalan-nonton DVD-menggelinding lagi. Sampai saya nggak mau kuliah karena terlanjur betah dengan profesi baru saya itu.

“Udah mah digaji, nggak usah kerja lagi!”

Daaan, bulan Agustus pertengahan pun datang jua. Sial! Saya malas jadi mahasiswi. Wah, mungkin kalau ada penobatan The Most Laziest Lady 2009, saya bisa menang. Ting ting! *ditimpuk*

Di bulan Agustus ini saya mengalami yang namanya masa orientasi. Baru da, seumur-umur, di’orientasi’kan dengan enak begini. Makan HokBen-main games-makan-dengerin pengarahan-nyanyi-main lagi. Kebetulan saya waktu itu dapet ‘undian’ untuk baca janji mahasiswa. Dengan gemetaran dan mabuk panggung seperti biasa saya pun memulai goyang dangdut,eh, baca janji bersama rekan saya, seorang anak Fakultas Hukum yang saya lupa namanya. Satu hal yang bikin saya dan rekan saya cukup shock adalah setelah baca janji kami harus menyanyi lagu Bagimu Negeri di depan Rektor yang dari tadi memang berhadapan dengan kami dengan mic yang dari tadi kami gunakan untuk membaca janji.

“OMG! Tadi nggak dibilangin disuruh nyanyi kan?!”

Tenang, saya dan rekan saya nggak duet, tapi nyanyinya bareng-bareng satu aula. Cuma yang jadi masalah itu kedudukan anatara saya, rekan saya, dan mic itu sangat dekat. Dan sehingga oleh karena itu, suara saya dan rekan saya yang fals bin sumbang pun terdengar dengan jelas.

“Hancurlah image saya di kampus ini…”

Bulan-bulan selanjutnya saya lalui dengan usaha ekstra untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus. Yang bagi saya, benar-benar kontras dibanding kehidupan SMA dulu.

Sampai pada bulan Oktober, ada sebuah acara simulasi sidang PBB yang diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan saya yang jurusannya sama seperti saya. Wuih! Senang sekali berlagak seperti diplomat. Dikawal bodyguard, makan cukup enak, dan atmosfer ruang konferensi yang begitu mendukung. Sayang sekali saya tidak diperbolehkan mengambil gambar selama konferensinya. Tapi ada beberapa gambar yang sempat saya ambil waktu itu.

Serasa jadi diplomat

Berkumpul setelah konferensi

..ada juga maskot wakil dari tiap negara..

Lalu setelah itu UTS, kuliah, dan rutinitas lagi. Namun di bulan November ada lagi acara kampus yaitu Bakti Desa dan Suka-suka Night. Untuk acara Suka-suka Night ini saya tida mendapat fotonya berhubung saya lupa bawa kamera. Hmm, ini ada beberapa pemandangan yang berhasil saya abadikan dengan kamera HP saya selama acara Bakti Desa. Lokasinya di Desa Buka Tanah Kecamatan Kertasari, Gunung Wayang. Saya bersama teman saya tinggal menumpang di  rumah penduduk selama 4 hari 3 malam. Pengalaman yang membuat saya terkesima, betapa orang-orang di pedesaan itu memiliki kekeluargaan yang sangat kuat, mereka saling berbagi hasil panen, kalau hujan datang dan pemilik rumah tak ada, tetangganya akan mengangkatkan jemuran si orang tersebut. Lalu semangat para pelajar yang begitu hebat. Mereka rela jalan kaki sejauh 3-5 Km untuk mencapai sekolah mereka. dan tentunya suasana keagamaan yang masih kental. Rumah yang saya tumpangi di sana adalah milik kepala dusun setempat. Beliau sering dipanggil Pak Ayo’. Kedudukan kepala dusun ini sendiri lebih rendah dari kepala desa, namun lebih tinggi dari ketua RW. Saya makan tahu susu di sana (begitulah orang-orang menyebutnya). Saya pikir tahu susu tersebut tidak lain adalah colostrum sapi, karena berasal dari sapi yang baru saja melahirkan. Bentuknya ya, seperti tofu saja. Dan ternyata susu sapi murni itu wujudnya kental seperti krim, kalau yang biasa kita minum itu sudah dicampur air. Yang jelas saya sangat suka masakan Bu Ayo’ yang sangat natural. 😀

Ladang yang masih belum ditanami

Keindahan Gunung Wayang

Kediaman Pak Ayo'

Yup! Dan bulan Desember pun tak terasa menghadang. Gilanya kemahasiswaan di jurusan saya itu adalah pada saat orang-orang sudah sibuk belajar mau UAS, ini malah bikin sebuah acara yang cukup besar. Acara ini adalah Temu Akrab Hubungan Internasional 2009. Kebetulan tahun ini mengambil tema Jepang dengan berbagai pertimbangan. Saya lagi-lagi berpartisipasi, dan kali ini menjadi panitia dekor untuk menyalurkan kerinduan saya terhadap dunia seni rupa. Ah, tak perlu banyak bercerita. Saya sajikan gambarnya saja. 😀

Tema dekorasinya 'Lantern Festival'

Dekorasi tirai origami dengan gradasi warna

Ada juga yang pakai kostum sesuai tema

Tak lupa dengan pentas musiknya

Ahaha! gambarnya masih banyak sih.. Kalau mau lihat lengkapnya, klik saja facebook saya. 😀

Sisa dari bulan Desember selanjutnya saya isi dengan UAS pertama saya di dunia per-kuli-ah-an. UAS yang memakan 3 minggu dari bulan Desember itu saya lalui dengan darah keringat dan air mata dan berusaha sejujur mungkin (lebay). Yah, intinya saya cuma ingin IP saya itu murni hasil usaha sendiri. Dan memang sampai hari ini saya belum tahu hasil perolehan UAS tersebut. Apa karena kampus saya ini memang gaptek? (baca: tidak bisa akses nilai dari situs kampus). Tapi hari terakhir di 2009 kemarin saya lalui dengan berhedonisme di PH (taulah ya, PH itu apa) bersama sang Kekasih (cieeee!). Ya, kami merayakan setahunan kami, seperti yang biasa dirayakan oleh orang-orang yang sedang berpacaran pada umumnya. Kami memesan paket Sensasi Delight, yang isinya 2 pizza ukuran personal. Karena saya dan dia pikir kalau pizza itu tidak akan mengenyangkan dan memang semenjak pagi kami berdua belum makan, maka saya putuskan untuk membeli pizza satu lagi yang berukuran sedang. Dan, alhasil….

“Kita nggak usah makan lagi buat 2 tahun ke depan…”

Setelah itu kami menonton Sherlock Holmes, yang merupakan sebuah film yang kocak bin lucu. Ah, tentu saya sebagai pihak wanita senang bisa jalan-jalan seperti itu. Pulangnya saya dibelikan DVD Public Enemies dan My Sister’s Keeper. Dan sampai di rumah saya melanggar janji untuk tidak makan dua tahun dengan makan nasi pakai ayam goreng, sementara pacar saya saja masih kekenyangan.

“Dasar perut karet!”

“Orang kurus itu makannya lebih banyak daripada orang gemuk.”—>sebuah quotes yang belum dibuktikan kebenarannya.

Hihihi! (ketawa kuntilnenek)

Itulah sekelumit curhatan saya sekaligus bayar utang sama yang mau baca blog ini (emang ada ya?). Mudah-mudahan saya bisa nge-blog dengan lebih baik lagi tahun 2010 ini.

Selamat Tahun Baru 2010, Kawan!

Advertisements