Aku tahu lelaki dan perempuan itu tidak sama.

Tetapi karena agama, mungkin juga adat ketimuran, perempuan tidak bisa sepenuhnya menjadi diri sendiri. Harus rela menjadi pengikut dari seorang lelaki, harus berpakaian, bersikap, dan hidup dengan aturan yang lebih mengekang dari lelaki. Selalu perempuan…

Haruskah seperti itu? Kalau begitu lebih baik jangan ciptakan perempuan dengan otak saja, agar mereka tidak perlu menjadi pintar, agar mereka tidak membangkang. Ciptakan saja mereka dengan naluri bertahan hidup, untuk makan, berkembang biak, dan mengurus anak. Biar yang mendidik anak hanya lelaki, dan biar lelaki tidak perlu iri lagi dengan perempuan yang berjaya.

Bahkan di perkotaan besar ini, masih ada yang berkata: “Perempuan itu nggak perlu sekolah tinggi-tinggi…”

Oh, aku pengikut-Mu yang bodoh… Aku dengan pikiran radikalku… Dan mereka mungkin akan berkata aku telah tersesat sejauh-jauhnya. Tapi aku tahu, Tuhan, Engkau tidak pernah menjadi jahat. Engkau tidak menciptakan perempuan untuk menjadi budak bukan? Menjadi budak peradaban, yang dibodoh-bodohi, dipaksa untuk selalu tunduk dan menjadi lebih rendah, mendapat stigma diantara banyak lelaki yang berhasil lolos dari aib mereka sendiri, disiksa, disalahkan, dengan alasan agama maupun adat. Engkau bukan menciptakan kami untuk itu bukan? Maka bolehkanlah aku menjadi diriku sendiri…

Apakah esensi dari kain penutup kepala itu? Aku masih merasa kalau itu hanya simbol hingga hari ini. Yang terpenting itu adalah menjaga hati, menjaga nafsu.

Tuhan, tolong buat para lelaki itu bisa menjaga nafsu mereka tanpa harus menyuruh kami menjadi apa yang bukan diri kami,menyuruh kami menutup seluruh rambut kami, kecuali atas kehendak kami sendiri. Janganlah juga mereka menyuruh kami tidak memanfaatkan ilmu kami dengan melarang kami untuk memilih jalan hidup. Janganlah juga mereka menyuruh kami untuk bersabar, sementara mereka bersenang-senang lupa akan kami.

Dan mungkin mereka akan berkata lagi, “Terkutuklah kamu…”

-agama, wanita, jilbab, kodrat, feminisme-

Selama aku masih bisa menjaga hati dan perilakuku..

Aku dan pemikiran radikalku…


Advertisements